20/09/2021

MTs NEGERI 1 BOYOLALI

UNGGUL DALAM MUTU SANTUN DALAM PERILAKU

Konfirmasi Berita Jawa Pos ”MTsN 1 Boyolali, Madrasah Adiwiyata dengan Segudang Prestasi”

52 min read

Siswa dan guru MTsN 1 Boyolali foto bersama di halaman sekolah setempat. MTsN 1 Boyolali sudah terakreditasi A dan menjadi sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah sejak 2019. 

Dikutip dari Jawa Pos Radar Solo Selasa 26 Januari 2021 BOYOLALI – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Boyolali termasuk salah satu sekolah unggulan. Sudah terakreditasi A sekaligus sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah sejak 2019. Selain mencetak lulusan Islami, juga torehkan deretan prestasi membanggakan.

Sepanjang 2020, rentetan prestasi akademik dan nonakademik diraih MTsN 1 Boyolali. Di antaranya juara 1 lomba dai Hari Santri yang digelar OSIS MAN 2 Boyolali, juara 3 basket 3×3 Kabupaten Karanganyar, juara danton terbaik 2 LKSBB Satria CSP SMK Muhammadiyah 2 Andong, hingga juara 1 voli putra dan putri HAB Kemenag Ke-74 KKMTS Kabupaten Boyolali.

Bahkan, tinta emas juga digoreskan di tingkat nasional. Saat juara 2 Matematika Kompetisi Sains dan Bahasa SMP/MTs Tingkat Nasional HAB Kemenag Ke-75. Padahal, sepanjang 2020 dunia pendidikan dihadapkan pada pandemi Covid-19.

Siswa MTsN 1 Boyolali juara 1 lomba tilawah di 2020. 

Semua itu tak lepas dari bimbingan dan arahan para guru MTsN 1 Boyolali yang memiliki visi “Unggul dalam Mutu, Santun dalam Perilaku”. Ditunjang sejumlah fasilitas mumpuni. Mulai dari lab bahasa, lab IPA, lab komputer, hingga perpustakaan.

“Man jadda wa jadda. Siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil,” ungkap mantan Kepala MTsN 1 Boyolali Syammuji yang per 25 Januari mengemban tugas baru sebagai Kepala MTsN 2 Surakarta tersebut.

MTsN 1 Boyolali tahun ajaran 2020/2021 ini memiliki 1036 siswa. Rinciannya 350 siswa kelas VII, 350 siswa kelas VIII, dan 336 siswa kelas IX. Mereka dibimbing sekitar 90 guru dan karyawan.

“Kami ada tiga program kelas unggulan. Yakni Program Khusus (PK) Tahfidz Alquran, PK Sains, dan kelas regular. Kelas VII ada satu kelas PK Tahfidz, dua PK Sains, dan sembilan kelas regular. Kelas VIII dan IX masing-masing satu kelas PK Tahfidz, satu PK Sains, dan delapan kelas regular,” imbuhnya.

Seleksi masuk kelas PK Tahfidz, calon siswa dites bacaan tajwid teoritik, Bahasa Arab, tahsin, dan hafalan Alquan. Kuotanya dibatasi 30 siswa per kelas. Sedangkan kelas PK Sains, dites Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan Baca Tulis Alquran (BTA). Kuotanya 30 siswa per kelas.

“Dilengkapi fasilitas ruang audiovisual, AC, LCD, tape recorder untuk Bahasa Arab, dan furnitur dinamis. Masuk pukul 07.00-15.30. Sedangkan kelas regular masuk pukul 07.00-14.00,” urainya.

Siswa kelas PK Tahfidz ditarget hafal lima juz dalam tiga tahun. Serta fasih berkomunikasi dengan Bahasa Arab aktif. Sedangkan untuk PK Sains, ditarget menjuarai berbagai event perlombaan. Baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional.

“Selama pandemi, kelas regular 100 persen pembelajaran jarak jauh (PJJ) sistem daring. Untuk kelas PK Tahfidz dan PK Sains, ada sesi tatap muka dua kali seminggu untuk setor hafalan Alquran. Menerapkan protokol kesehatan ketat. Yakni cek suhu tubu, mencuci tangan dengan sabun, mengenakan masker, dan menjaga jarak. Siswa yang masuk kami jadwalkan bergiliran untuk mencegah kerumunan,” terangnya.

Waka Kesiswaan MTsN 1 Boyolali Ali Hairudin menambahkan, tidak hanya akademik saja yang dikejar. Tetapi juga prestasi nonakademik. Melalui kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) untuk mewadahi bakat dan minat siswa. Seperti voli, basket, futsal, dan pencak silat. Juga seni tarik suara, drum band, hadrah, hingga seni tari.  “Drum band, voli, dan basket jadi ekskul favorit siswa kami,” ujarnya.           Instansi Kami MTsNegeri 1 Boyolali mengkorfirmasi kebenaran berita tersebut di atas yang di beritakan Koran Jawa Pos tanggal 26 januari 2021 . sumber https://radarsolo.jawapos.com/read/2021/01/25/237441/mtsn-1-boyolali-madrasah-adiwiyata-dengan-segudang-prestasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.